CAIRO

Mesir adalah salah satu negeri dengan peradaban tertua di dunia dan disebut beberapa kali dalam Al Qur'an dalam kaitannya dengan para Nabi, yaitu dalam kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun (gelar Raja Mesir Kuno), Nabi Yusuf AS dan Nabi Ya'qub AS.

Mesir juga identik dengan Sungai Nil, yaitu sungai terpanjang di dunia yang mengalir melewati 9 Negara Afrika sepanjang kurang lebih 6.800 Km.  Di tepi sungai ini tepatnya di Barat dari Delta Sungai Nil berdiri Ibukota Mesir Kuno yaitu Memphis. Setelah Bangsa Romawi berkuasa, mereka membangun benteng di sisi Timur Delta Sungai Nil dan dijadikan ibukota yang diberi nama Babylon.

Setelah Mesir ditaklukkan dari tangan Romawi Byzantium oleh pasukan Muslim yang dipimpin oleh Amr Bin Al As pada tahun 637 Masehi, negeri ini dan penduduknya pun mulai beralih menjadi Muslim.  Amr Bin Al As sesuai perintah Khalifah Umar Bin Al Khattab kemudian membangun kota tenda di luar Babylon yang dinamakan Al Fustat sebagai pusat pemerintahan dan ibukota Mesir baru.

Peran Cairo dalam dunia Muslim mengalami pasang surut seiring dengan pergantian kekuasaan di pusat Kekhalifahan dari Dinasti Ummayah ke Abbasiyah hingga kemudian datang Dinasti Fatimiyah dari Tunisia mengambil alih kota ini dan menjadikannya ibukota baru pada tahun 973 Masehi.  Dinasti Fatimiyah juga mendirikan Masjid dan Universitas Al Azhar, yang merupakan Universitas tertua ke-3 di Dunia.  Sejak itu Cairo berkembang menjadi pusat pendidikan di Dunia Islam dan banyak melahirkan cendekiawan dan ulama terkemuka hingga saat ini.

Pada tahun 1171, Salahuddin Al Ayyubi, seorang Jenderal asal Tikrit di Irak, mengambil alih kekuasaan dari tangan Fatimiyah dan mendirikan Dinasti Ayyubiyah sekaligus mentransformasi penduduk Mesir ke ajaran Islam Sunni.  Salahuddin membangun Citadel di kota tua Cairo sebagai pusat pemerintahan sekaligus ibukota dan dari tempat ini ia memimpin penaklukkan wilayah Afrika Utara, Syiria, Palestina, Hijaz, dan Yaman dan menjadikannya Sultan Mesir dan Syiria yang pertama. 

Kekuasaan Dinasti Ayyubiyah berakhir pada tahun 1250 M dan digantikan oleh Dinasti Mamluk hingga tahun 1517 saat Turki Usmani menaklukkan Mesir dan menjadikan Cairo Ibukota Provinsi di bawah Kekhalifahan Usmani di Istanbul.  Sempat dikuasai oleh pasukan Napoleon Bonaparte dari Perancis namun kemudian direbut kembali oleh Turki Usmani pada tahun 1805 yang dipimpin Muhammad Ali Pasha, Panglima Usmani asal Albania.  Di kemudian hari, Muhammad Ali Pasha memproklamirkan kemerdekaan Mesir dari Turki dan mendirikan Dinasti Alawiyah yang berkuasa hingga tahun 1952 saat terjadi Revolusi Mesir menjadi Republik. 

 

lihat Paket Umrah Plus Cairo