Seperti juga ibadah Shalat, Puasa dan Zakat, ibadah Haji adalah Rukun Islam ke-5 yang wajib ditunaikan bagi setiap muslim yang mampu.  Berbeda dengan Umrah yang dapat dikerjakan pada bulan-bulan lainnya, ibadah Haji setiap tahunnya dilaksanakan pada bulan Dzulhijah, karena salah satu rukun Haji yaitu Wukuf hanya dapat dilaksanakan pada setiap tanggal 9 Dzulhijah di Arafah.  Hukum ibadah Haji adalah wajib satu kali seumur hidup bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat dan bagi orang yang bernazar.  Adapun syarat Haji menurut para imam Madzhab terbagi menjadi dua yaitu syarat wajib dan syarat sah.

Syarat Wajib Haji :

  1. Islam
  2. Baligh (Dewasa)
  3. Merdeka (bukan hamba sahaya)
  4. Mampu (secara jasmani, rohani, ekonomi dan keamanan)

Syarat Sah Haji :

  1. Islam
  2. Tamyiz (usia menjelang baligh)
  3. Dilaksanakan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan (miqat zamani dan miqat makani)

Rukun Haji

Yang dimaksud dengan Rukun Haji adalah serangkaian amalan-amalan yang harus dikerjakan pada saat pelaksanaan Haji.  Apabila tidak dikerjakan maka berakibat tidak sahnya (batal) ibadah haji tersebut dan tidak dapat diganti dengan membayar dam atau denda.  Adapun rukun Haji adalah sebagai berikut :

  1. Ihram / Niat ; pada saat berada di miqat makani, memakai pakaian ihram, melafazkan niat dilanjutkan dengan mengucapkan kalimat talbiyah. Menjauhi hal-hal yang terlarang selama berihram.
  2. Wukuf di Arafah ; barang siapa tidak mengerjakan wukuf maka ia tidak mengerjakan Haji, seperti sabda Rasulullah SAW yang artinya : "Haji itu di Arafah, barang siapa yang datang pada malam hari (10 Dzulhijah sebelum terbit fajar) maka sesungguhnya ia masih mendapatkan Haji". Wukuf dapat dilaksanakan dengan berjamaah atau sendirian.  Pelaksanaan wukuf dimulai dengan mendengarkan khutbah wukuf dilanjutkan shalat Dzuhur dan Ashar (jama' qashar taqdim).  Kegiatan selama wukuf diisi dengan memperbanyak istighfar, dzikir dan do'a sesuai dengan sunah Rasulullah SAW.
  3. Thawaf Ifadhah ; adalah Thawaf yang dilakukan setelah meninggalkan Arafah yang tidak dapat ditinggalkan sama sekali karena termasuk rukun Haji.  Pelaksanaannya dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 putaran dimulai dan berakhir di garis sejajar Hajar Aswad.
  4. Sa'i ; yaitu berlari-lari kecil dari bukit Safa ke bukit Marwa dan sebaliknya sebanyak 7 kali perjalanan.  Sa'i hanya dilakukan setelah selesai mengerjakan Thawaf rukun baik untuk ibadah Haji maupun ibadah Umrah.
  5. Tahalul ; yang dimaksud dengan tahalul adalah meninggalkan ihram karena telah selesai mengerjakan amalan-amalan Haji seluruh atau sebagiannya yang ditandai dengan bercukur (gundul) atau memotong beberapa helai rambut.  Tahalul ada dua macam yaitu Tahalul awal yaitu menandakan orang tersebut telah mengerjakan dua dari tiga amalan yaitu Thawaf ifadhah dan Sai, bercukur atau melontar jumrah aqabah.  Sedangakan Tahalul tsani adalah seseorang yang telah mengerjakan ketiganya.

Wajib dan Sunat Haji

Pengertian wajib Haji adalah amalan-amalan yang harus dikerjakan dalam pelaksanaan Haji dan bila tidak dilakukan maka hajinya tetap sah tetapi harus diganti dengan membayar denda (dam).  Namun perlu dipahami bahwa bila sengaja meninggalkannya tanpa udzur syar'i maka itu termasuk perbuatan dosa.  Adapun wajib haji adalah :

  1. Ihram dari Miqat ; yang dimaksud miqat dalam ibadah Haji adalah batas waktu dan tempat untuk melafazkan niat melakukan ibadah haji atau umrah
  2. Mabit di Muzdalifah ; yaitu berhenti sejenak di Muzdalifah sampai lewat tengah malam pada tanggal 10 Dzulhijah untuk berdoa dan berdizkir.  Mabit bisa berhenti sejenak di dalam kendaraan atau turun dari kendaraan yang waktunya dapat dipergunakan untuk mencari kerikil yang akan digunakan melontar jamarah di Mina.  Setelah lewat tengah malam berangkat menuju Mina.
  3. Mabit di Mina ; bermalam (istirahat) di Mina pada hari-hari tasyrik.  Jamaah Haji yang bermalam di Mina pada tanggal 11 sampai 12 Dzulhijah dan meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam disebut Nafar Awal, sementara yang tetap tinggal di Mina sampai tanggal 13 Dzulhijah disebut Nafar tsani.
  4. Melontar jumrah Ula, Wustha dan Aqabah ; melempar batu kerikil ke dinding jamarah pada hari-hari yang ditentukan, yaitu pada tanggal 10 Dzulhijah melontar untuk jumrah aqabah saja, sedangkan pada hari tasyrik 11, 12 dan 13 Dzulhijah melontar untuk ketiga jamarah ula, wustha dan aqabah.
  5. Thawaf wada' ; adalah thawaf perpisahan dengan Ka'bah yang wajib dilaksanakan oleh seseorang yang akan meninggalkan kota Mekkah.  Pelaksanaannya sama yaitu mengelilingi Ka'bah 7 kali namun tanpa diikuti Sa'i.

Sunat Haji adalah amalan-amalan yang apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak apa-apa.  Beberapa contoh sunat dalam berhaji antara lain : sebelum berihram terlebih dahulu mandi, memakai wangi-wangian, memotong kuku, merapikan kumis atau jenggot, memakai pakaian ihram warna putih, membaca talbiyah, banyak berdzikir dan lain-lain. 

Umrah

Umrah pada dasarnya memiliki pengertian berkunjung ke Baitullah di Masjidil Haram untuk beribadah dan mengerjakan amalan-amalan yang termasuk dalam rukunnya yaitu Ihram, Thawaf, Sa'i dan Tahalul secara tertib urutannya.  Ibadah Umrah hukumnya wajib seperti ibadah Haji sebagaimana firman Allah SWT yang artinya, "dan sempurnakanlah ibadah Haji dan Umrah karena Allah". (Q.S Al Baqarah 196)

Syarat wajib Umrah sama dengan syarat wajib haji, begitu pula syarat sahnya kecuali berihram untuk Umrah hanya miqat maqani (tempat), karena ibadah Umrah dapat dilakukan kapan saja selain pada hari-hari pelaksanaan Haji yaitu hari arafah, hari nahar dan hari tasyrik (9 - 13 Dzulhijah).  Sementara Wajib Umrah adalah berihram dari Miqat dan memelihara diri dari perilaku yang terlarang pada saat berihram.