Pengertian Sa'i

Sa'i adalah perjalanan dari bukit Safa ke bukit Marwah dan sebaliknya sebanyak 7 kali.  Perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung 1 kali, perjalanan dari Marwah ke Safa juga dihitung 1 kali. Sehingga dalam prosesnya Sa'i yang dimulai di Bukit Shafa akan berakhir di Bukit Marwah pada putaran ke-7.

Sa'i adalah salah satu rukun Haji dan juga Umrah. Bila tidak dikerjakan maka tidak sah haji/umrah nya. Sesuai sabda Rasulullah dalam hadits bersanad hasan yang diriwayatkan oleh Ad Daruquthni dan Al Baihaqi, "Wahai manusia, bersa'ilah kamu, sesungguhnya Allah telah mewajibkan sa'i atas kamu".

Ritua Sa'i adalah pengingat kita akan sebuah kisah perjuangan hidup bermakna mendalam yang dialami oleh Siti Hajjar dan anaknya Nabi Ismail AS yang saat itu masih bayi ketika ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim AS atas perintah Allah SWT di sebuat tempat yang sunyi dan gersang yang kelak menjadi kota Makkah al Mukarramah.  

Beberapa lama setelah Nabi Ibrahim pergi, persediaan air dan kurma pun habis sementara mereka mulai kehausan, Siti Hajar pun kemudian meninggalkan bayinya di bawah pohon, berjalan dan berlari kecil hingga naik ke bukit Safa namun tak menemukan air ataupun orang untuk dimintai pertolongan. Kemudian ia berjalan dan berlari kecil lagi ke bukit Marwah tapi tetap tidak menemukan apa-apa. Hal ini dilakukannya terus menerus hingga kali ke tujuh.  Dalam kondisi yang lelah dan kalut melihat kondisi bayinya, ia pun memutuskan kembali ke tempat Ismail berada dan tanpa disangka muncul malaikat Jibril atas perintah Allah SWT memunculkan air di dekat kaki Ismail hingga Siti Hajar pun mulai menggali dengan tangannya dan mengumpulkan air yang keluar dengan pasir dan batu sambil berseru, "berkumpulah, berkumpulah" atau yang dalam bahasa arabnya zam..zam..

Makna yang terkandung dalam kisah ini adalah perjuangan hidup setiap manusia tidak lepas dari dua hal yaitu ikhtiar dan tawakkal. Komitmennya untuk menjaga kelangsungan hidup bayinya diwujudkan dengan berjalan dan berlari kecil di lembah antara safa dan marwah, tidak berhenti dan menyerah bahkan mengulangi hingga tujuh kali putaran dengan tetap bertawakkal bahwa pertolongan Allah pasti datang. Dan pertolongan Allah pun datang di tempat yang tidak disangka sebelumnya.

Cara Pelaksanaan

Setelah selesai Thawaf dan shalat sunnah, berjalan menuju bukit Safa.  Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi, ketika mendekati bukit Safa sesuai sunnah Nabi SAW membaca, "Inna shafaa wal marwata min sya'aairillaah" , yang artinya "Sesungguhnya Safa dan Marwah itu adalah sebagian dari syi'ar Allah". (Q.S. Al Baqarah : 158).  Kemudian mengucapkan, "abda'u bimaa badaallahu bih (kami memulai dengan apa yang dengannya Allah memulai)", yaitu dari Safa ke Marwah seperti sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Muslim. 

Setelah tiba di Safa menghadap Ka'bah dan membaca kalimat tauhid, takbir dan tahmid, dilanjutkan, "Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa alaa kulli syai'in qadiir.  Laa ilaaha illallahu wahdah anjaza wa'dahu manashara 'abdahu wa hazamal ahzaaba wahdah." Artinya, "Tidak ada yang patut disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya bagi-Nya segala kerajaan dan hanya bagi-Nya segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.  Tidak ada yang patut disembah selain Allah, yang menepati janji-Nya, yang memenangkan hamba-Nya, dan yang menghancurkan golongan-golongan (kafir) tanpa dibantu siapapun".  Lanjutkan dengan do'a yang diinginkan.

Turun dari shafa dan mulai berjalan kearah Marwah.  Khusus bagi laki-laki, bila berada di antara dua pilar bertanda hijau maka disunnahkan untuk berlari-lari kecil hingga ke akhir batasnya kemudian lanjutkan dengan berjalan lagi.  Tidak ada bacaan khusus antara perjalanan antara Safa dan Marwah dan sebaliknya namun disunnahkan berdoa dan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

Ketika mendekati Marwah kembali membaca Surah Al Baqarah 158, "Inna shafaa wal marwata min sya'aairilah", dan ketika berada di bukit Marwah ulangi bacaan seperti saat berada di bukit Shafa. Demikian seterusnya dilakukan hingga putaran ke-tujuh dan berakhir di Marwah.

 

Sebelumnya : Thawaf                                                                                                                 Berikutnya : Tahalul