Istanbul Turki

 

Turki adalah negara yang unik karena terletak membentang diantara dua benua. Sebagian besar wilayahnya terletak di benua Asia dan sebagian lainnya di benua Eropa.  Hal ini membuat budaya Turki merupakan percampuran antara kebudayaan Timur dan Barat.

Ibukota Turki adalah Ankara namun kota terbesar dan paling menarik untuk wisatawan adalah Istanbul yang terletak di bagian Eropa memiliki sejarah sebagai pusat pemerintahan sekaligus peradaban Dunia pada masanya, yaitu era Byzantium (Kekaisaran Romawi Timur yang beragama Kristen) dan era Ottoman (Kesultanan Turki Usmani yang beragama Islam).

Kota ini pada 330 M dijadikan ibukota Romawi Timur oleh Konstantin dan dinamakan Konstantinopel, sampai dengan 29 Mei 1453 ketika direbut oleh Kesultanan Ottoman di bawah pimpinan Sultan Mehmed II yang kemudian dijuluki Al-Fatih / The Conqueror atau sang Penakluk. Oleh Ottoman kemudian kota Konstantinopel dijadikan ibukota dan diganti namanya menjadi Istanbul, yang berarti Kota Islam.

Sabda Rasulullah SAW : "Kota Kostantinopel akan jatuh ke tangan Islam.  Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin, dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan." (HR Ahmad bin Hanbal ; Al-Musnad 4/335)

Obyek wisata bersejarah dan menarik yang terdapat di Istanbul, antara lain Aya Sofiya, Blue Mosque,  Istana Topkapi,  Masjid Suleymaniye, Makam Abu Ayyub Al-Ansari, Hipodrome, selat Bosphorus, Bukit Camlica, Grand Bazaar, Spice Bazaar, dll.

Fakta menarik lainnya adalah Turki merupakan tempat asal sesungguhnya dari bunga tulip.  Berkunjung ke Turki pada musim tulip bersemi akan memperindah suasana perjalanan wisata ke Istanbul.

 
 

Hagia Sophia / Ayasofiya

Pada awalnya merupakan bangunan Basilika (Gereja Romawi) yang dibangun pada masa Bizantium. Pada 27 Mei 1453 saat Konstantinopel ditaklukan oleh pasukan Ottoman, Sultan Mehmed II memerintahkan mengubah Gereja ini menjadi Masjid dan digunakan untuk Shalat Jumat beberapa hari setelahnya.  Bangunan ini kemudian selama hampir 500 tahun berfungsi sebagai Masjid dan telah mengalami beberapa perubahan pada masa Sultan Mehmed II dan Sultan Selim II seperti pembangunan menara, pengecatan kaligrafi dan perubahan bagian-bagian lainnya yang mencirikan gereja.

Pada Tahun 1937 saat Mustafa Kemal Attaturk berkuasa di Turki, Hagia Sophia diubah fungsinya menjadi museum dan dilakukan proyek restorasi dibeberapa bagian sehingga ditemukan kembali lukisan-lukisan sakral Kristen pada dinding dan langit-langit.

Blue Mosque / Sultan Ahmed Mosque

Selesai dibangun tahun 1616 pada masa pemerintahan Sultan Ahmed I. Disebut Masjid Biru karena warna dinding interiornya terutama pada bagian atas.  Merupakan salah satu obyek wisata utama di kota Istanbul karena keindahan arsitekturnya yang sengaja dibuat atas perintah Sultan Ahmed I untuk menandingi arsitektur bangunan Ayasofiya yang terletak berseberangan dengan Blue Mosque.  Sultan Ahmed sendiri meninggal dunia tidak lama setelah Blue Mosque selesai dibangun dan dimakamkan di area bagian luar Masjid.  Masjid ini masih digunakan untuk kegiatan ibadah dan madrasah.

Museum Istana Topkapi

Didirikan atas perintah Sultan Mehmed II, istana ini merupakan kediaman resmi Sultan Ottoman selama kurang lebih 400 tahun (1465 - 1856).  Pada masa puncaknya istana ini dhuni oleh 4000 orang.  Pada tahun 1924 istana ini dijadikan museum dan termasuk dalam wilayah bersejarah Istanbul dan situs world heritage UNESCO.

Di Museum Istana Topkapi dapat dijumpai berbagai benda-benda Islam bersejarah, mulai dari peninggalan-peninggalan Nabi Muhammad SAW (pedang, jubah, gigi, dll), pedang-pedang Khulafa ur-Rasyidin, manuscript awal Al-Qur'an yang ditulis pada lembaran kulit binatang dan benda-benda bersejarah lainnya peninggalan masa Kesultanan Usmani.

Selat Bosphorus

Selat ini memisahkan antara wilayah Turki Eropa dengan Turki Asia.  Dengan menyeberangi Jembatan Bosphorus wisatawan dapat merasakan sensasi menyeberangi dua benua dalam hitungan menit, disamping menikmati permandangan alam yang indah dan mengunjungi tempat-tempat menarik seperti Benteng Rumeli, Istana Dolmabahce, Bukit Camlica atau berwisata perahu motor di selat Bosphorus.

Masjid / Makam Abu Ayyub Al-Ansari

Abu Ayyub Al-Ansari r.a. atau Khalid bin Zaid bin Khulaid adalah salah satu sahabat Rasulullah yang berasal dari kaum Ansar Madinah, yaitu Bani Najjar.  Beliau adalah orang yang mendapat kehormatan sebagai tuan rumah Rasulullah SAW saat tiba dari Hijrah di Madinah dan Rasulullah tinggal di rumah Abu Ayyub selama beberapa bulan sampai dengan selesainya pembangunan Masjid Nabawi.  Abu Ayyub juga adalah salah satu dari 70 orang Ansar yang ikut dalam Perjanjian Aqabah ke-dua yang membaiat dan berjanji setia kepada Rasulullah SAW.  Kesetiaan Abu Ayyub dibuktikan dengan tidak pernah absennya beliau dalam setiap peperangan baik perang Badar, Uhud maupun Khandaq, bahkan dalam usia lebih dari 90 tahun, beliau mengikuti peperangan terakhir untuk merebut Konstantinopel di tahun 670 M pada masa Khalifah Muawiyah.  Sesuai keinginan terakhirnya, beliau akhirnya meninggal dan dikuburkan di dekat tembok kota Konstantinopel.   Kisah heroik berliau menginspirasi banyak muslimin Turki pada masa itu, salah satunya Sultan Muhammad II Al-Fatih yang kemudian berhasil menaklukkan kota ini hampir 800 tahun kemudian yaitu pada tahun 1453.  Pada tahun 1458, Al Fatih memerintahkan pembangunan Masjid di lokasi makam Abu Ayyub yang merupakan Masjid pertama yang didirikan di Istanbul dan secara tradisi menjadi tempat pelaksanaan upacara pengangkatan Sultan Ottoman.

Grand Bazaar

Wisata di Istanbul tidak lengkap tanpa berkunjung ke pusat perbelanjaan Grand Bazaar Istanbul yang merupakan salah satu bangunan pasar tertutup yang tertua dan terbesar di dunia.  Pasar yang selesai dibangun pada tahun 1461 ini dikenal pada masanya sebagai pusat perdagangan batu permata, karpet dan rempah-rempah. Memiliki lebih dari 58 lorong dan sekitar 4000 toko di dalamnya yang menarik pengunjung antara 250.000 - 500.000 setiap harinya.  Kini di dalam Grand Bazaar juga banyak terdapat restoran dan kafe.

Lihat Paket Umrah Plus Istanbul.